PALEMBANG – Latihan terakhir Arema Indonesia sebelum lawan
Sriwijaya FC Minggu (23/6) malam mini digelar di Stadion Jakabaring.
Pagi kemarin (22/6), Singo Edan mencoba lapangan sekaligus memaksimalkan
sesi latihan, setelah tidak bisa menggelar latihan berat karena kondisi
lapangan yang buruk.
Headcoach Rahmad Darmawan mengungkapkan, sesi latihan pagi kemarin dipenuhi dengan materi taktik dan strategi.
Dengan bermain di kedalaman lini tengah, RD berusaha mengurangi permainan terlalu melebar ke samping. Rupanya, pelatih asal Metro Lampung ini sedang berusaha menguatkan lini tengah, yang selama ini sering menjadi titik lemah. Selain itu sector ini sering dikritik karena melempem dan tidak bisa menyuplai bola untuk para striker ganas seperti Christian Gonzales dan Alberto Goncalves. Sektor tengah jarang memberikan umpan-umpan matang ke sector depan. Bahkan striker sering kali turun ke tengah untuk mencari bola.
Untuk memenangkan lini tengah, dalam latihan kemarin para penggawa Arema banyak melakukan kombinasi umpan. Sementara, tim kedua berperan sebagai penahan serangan. Thierry Gathuessi, Purwaka Yudi, Alberto Goncalves hingga Sunarto diplot untuk melakukan counter attack berbasis serangan sayap.
Dengan kecepatan pemain seperti Beto dan Sunarto, para penggawa di tim kedua berusaha naik menyerang. Latihan sendiri tidak terlalu lama karena RD tak mau kehilangan stamina para penggawanya. Sebab, kondisi pemain tetap dipantau agar bisa bermain dengan fisik maksimal ketika menerima jamuan Sriwijaya FC.
Headcoach Rahmad Darmawan mengungkapkan, sesi latihan pagi kemarin dipenuhi dengan materi taktik dan strategi.
- “Kita adakan simulasi yang cukup intens tentang strategi dan taktik
menghadapi Sriwijaya FC, kita coba penekanan permainan yang sudah kita
siapkan,” terang RD kepada Malang Post, pagi kemarin.
Dengan bermain di kedalaman lini tengah, RD berusaha mengurangi permainan terlalu melebar ke samping. Rupanya, pelatih asal Metro Lampung ini sedang berusaha menguatkan lini tengah, yang selama ini sering menjadi titik lemah. Selain itu sector ini sering dikritik karena melempem dan tidak bisa menyuplai bola untuk para striker ganas seperti Christian Gonzales dan Alberto Goncalves. Sektor tengah jarang memberikan umpan-umpan matang ke sector depan. Bahkan striker sering kali turun ke tengah untuk mencari bola.
Untuk memenangkan lini tengah, dalam latihan kemarin para penggawa Arema banyak melakukan kombinasi umpan. Sementara, tim kedua berperan sebagai penahan serangan. Thierry Gathuessi, Purwaka Yudi, Alberto Goncalves hingga Sunarto diplot untuk melakukan counter attack berbasis serangan sayap.
Dengan kecepatan pemain seperti Beto dan Sunarto, para penggawa di tim kedua berusaha naik menyerang. Latihan sendiri tidak terlalu lama karena RD tak mau kehilangan stamina para penggawanya. Sebab, kondisi pemain tetap dipantau agar bisa bermain dengan fisik maksimal ketika menerima jamuan Sriwijaya FC.
- “Kita latihan tidak lama karena ingin menjaga kondisi. Kita cuma
maintenance strategi dan taktik. Kita sudah sering melakukan latihan
ini, tinggal mengingatkan pemain lewat praktek strategi,” tutup RD.

